3 Jenis Toko Online – Anda memiliki toko online? Jika iya, apa nama toko Anda? Apakah jenis toko online Anda? Sampai disini, mungkin Anda bertanya-tanya. Toko online ya toko online. Memang ada jenis-jenisnya? Jawabannya, iya. Toko online ada 3 jenis dan mempunyai cara kerja, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Dan ketiga jenis toko online tersebut akan di bahas di bawah ini.

1.      E-commerce

Jenis toko online yang pertama adalah E-commerce. Apa itu E-commerce? E-Commerce adalah singkatan dari electronic commerce, yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah perdagangan elektronik. E-Commerce hanya menjual barang-barang yang merupakan milik dari perusahaan pemilik e-commerce itu sendiri. Sehingga, semua transaksi yang ada di website e-commerce akan ditangani langsung oleh pemilik website. Tetapi jika jumlah transaksi sudah sangat banyak, ada juga E-commerce yang menggunakan gateway.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan :

Branding. Sehingga Anda bisa mengatur semua komponen website sesuai dengan brand yang Anda kembangkan

Uang dari pembeli akan langsung masuk ke rekening Anda

Kekurangan :

Anda harus mengembangkan website sendiri

Membeli domain dan hosting sendiri, kemudian membeli template website sendiri

Contoh dari E-commerce adalah ugmonk.com, linktonk.org, adidas.co.id, dll

2.   Marketplace

Mendengar kata marketplace, Anda tentu sudah tidak asing lagi. Karena  memang banyak orang yang lebih memilih untuk berjual-beli melalui marketplace. Nah, dari situ saja Anda tentu sudah memahami apa itu marketplace bukan?

Marketplace adalah website yang mempertemukan antara penjual dan pembeli. Atau bisa dibilang, marketplace adalah  pihak ketiga yang menjembatani antara penjual dan pembeli. Jadi di dalam marketplace, penjualnya adalah orang-orang yang tergabung dengan situs tersebut dan menjual barang dagangannya. Sedangkan pembelinya adalah orang-orang yang mencari barang di situs tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan :

Sisi traffic dari marketplace tentu sudah tinggi. Jadi, Anda tinggal memfokuskan diri untuk menjual atau meng-upload barang ke marketplace itu sendiri.

Kekurangan :

Sayangnya, uang dari pembeli tidak akan langsung masuk ke rekening Anda sebagai penjual. Karena uang baru akan masuk ke penjual jika barang yang Anda kirim sudah sampai ditangan pembeli.

3.   Online shop

Anda tentu sudah tahu, Online Shop berarti Toko Online. Ya, E-commerce, marketplace dan online shop memang sama-sama toko online. Karena ketiganya memang dijalani secara online dan dibutuhkan kuota. Namun, Online Shop yang dibahas pada poin ini lebih khusus lagi.

Online Shop pada poin ini lebih merujuk pada penjual barang yang menawarkan produknya di media sosial, seperti facebook, Instagram, line, dan media sosial lainnya. Sehingga kebanyakan yang memiliki online shop ini adalah mereka yang baru mencoba atau penjual online yang masih awam.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan :

Dengan berjualan di media sosial, maka biaya yang dikeluarkan pun cenderung sedikit.

Uang akan langsung masuk ke rekening Anda. Karena Anda yang memiliki toko online itu sendiri.

Kekurangan :

Resiko berjualan di media sosial, salah satunya adalah harus sering atau rajin-rajin memposting produk. Tujuannya, agar produk Anda dilirik banyak orang.

Artikel semacam ini telah diterbitkan di androbuntu.com dengan judul Awas Keliru! Ini Bedanya E-Commerce, Marketplace dan Online Shop dengan link https://androbuntu.com/2019/10/10/perbedaan-e-commerce-marketplace-dan-online-shop/